Harga baru 625 ribu rupiah.
![]() |
| IMO P800 |
Spesifikasi
Jaringan: Dual Band GSM on
Dimensi: 128 x 62 x 16 mm
Layar: TFT Touchscreen Resitive QVGA 3,2 inchi 256K colors
Kamera: Dual kamera 1.3 MP, 1280×1024 piksel, Photo Setting (Quality Picture, Color Balance, Continous Shot, Timer ShotEV, Effect )
Messaging: Email,SMS, MMS
Memori internal 58 MB, eksternal: MicroSD 2GB
Fitur:
video recorder
video player (avi, 3gp)
Audio Player MP3, amr, polyphonic
FM Radio with Loudspeaker
Analog TV
Voice
Image viewer, Photo
Fitur Lain:
Games NES, Tom Cat, Puff, Fruit, Angry Bird, Arcade Game, MRP Game Store, Tiger, Linker, Raiden 194, mahjong, VSMJ, Game Setting (BGM, Sound Effect, Vibration, Volume) ; Calendar, Task, Alarm, World clock, calculator, currency, Ebook Reader, Stop Watch; Sound Effect (reverb effect, 3D surround, equalizer), Handwriting
Koneksi: Bluetooth A2DP, kabel data USB 8 pin, Audio jack 3.5mm
Internet: GPRS/WAP , JAVA, Opera Mini, SkyBuddy
Baterai: Lithium ion 1800 mAh with Nokia charger compatible
IMO P800: Saksi Bisu Era Kejayaan "Local Pride"
Bagi kita para kolektor gadget, melihat unit IMO P800 hari ini rasanya seperti memutar waktu kembali ke tahun 2011-2012. Sebelum gempuran merek-merek raksasa mendominasi pasar Indonesia, IMO adalah salah satu "raja" ponsel lokal yang berani tampil beda. Seri P800 ini lahir di era transisi yang sangat menarik, di mana tren ponsel game dengan tombol fisik mulai bersaing dengan era layar sentuh awal. Menyimpan unit ini di dalam rak koleksi bukan sekadar menumpuk plastik dan mesin, tapi merawat sepotong sejarah evolusi teknologi mobile di Indonesia.
Sensasi Tombol Fisik yang Kini Dirindukan
Coba perhatikan HP modern zaman sekarang; hampir semuanya hanya berupa lempengan kaca datar yang membosankan. Di sinilah pesona IMO P800 bersinar. Sensasi menekan tombol fisik (tactile feedback) saat mengoperasikan menu atau bermain game bawaannya memberikan kepuasan tersendiri yang tidak bisa ditiru oleh layar sentuh semahal apa pun. Untuk sekadar bernostalgia bermain game lawas atau mendengarkan musik, IMO P800 terasa jauh lebih "nyata" dan ergonomis di genggaman.
Fungsi IMO P800 di Tahun 2026: Alat "Digital Detox"
Jangan salah, banyak kolektor yang kini tidak memajang IMO P800 sebagai rongsokan, melainkan menjadikannya daily driver (HP utama) kedua. Di tengah hiruk-pikuk notifikasi media sosial yang bikin pusing, menggunakan IMO P800 sebagai alat Digital Detox adalah sebuah kemewahan. Layar 3.2 inci-nya sudah lebih dari cukup untuk sekadar SMS, telepon, atau memutar MP3 tanpa gangguan iklan atau aplikasi yang berat. Ditambah lagi, dukungan baterai 1800 mAh yang terbilang sangat jumbo pada masanya, membuat HP ini sanggup menyala berhari-hari hanya untuk standby. Sangat cocok untuk dibawa camping atau sekadar menemani waktu santai di rumah.
Tips Berburu dan Merawat untuk Sesama Kolektor
Jika Anda sedang berburu IMO P800 untuk melengkapi koleksi, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Pertama, kondisi baterai. Karena usianya yang sudah belasan tahun, pastikan baterai belum kembung parah atau bocor. Kedua, kelengkapan charger. IMO P800 menggunakan colokan charger yang spesifik pada masanya. Mencari charger orisinalnya saat ini mulai susah, jadi jika menemukan unit yang masih fullset, langsung saja amankan! Untuk perawatannya, cukup bersihkan sela-sela tombol menggunakan kuas kecil dan hindari menyimpannya di tempat yang lembap agar mesinnya tidak berjamur.
Lalu, berapa harga pasaran IMO P800 saat ini? Di grup-grup kolektor gadget lawas, harga unit ini perlahan mulai merangkak naik, terutama untuk kondisi bodi yang masih mulus, tidak retak, dan fungsi tombol yang masih klicky semua. Tertarik menambahkannya ke rak koleksi Anda?
