(Catatan Admin: Artikel ini pertama kali ditulis 3 Juli 2010, tepat di puncak persaingan layanan hiburan mobile antara Sony Ericsson PlayNow dan Nokia OVI. Diperbarui September 2026 dengan akhir cerita yang tidak pernah kami duga saat itu.)
| "Mereka sibuk saling serang di papan catur, tanpa sadar lantai di bawah mereka sedang disapu gelombang yang jauh lebih besar. 🎵" |
🗄️ ═════ [ ARSIP 3 JULI 2010 — CATATAN SEJARAH ] ══════ 🗄️
🎵 PLAYNOW: SENJATA HIBURAN SONY ERICSSON (3 JULI 2010)
Bagian ini adalah tulisan asli saya 16 tahun lalu, saat Sony Ericsson baru saja memamerkan layanan PlayNow dan industri sedang ramai membicarakan "perang dingin" antara PlayNow dan OVI milik Nokia. Membacanya ulang hari ini terasa seperti membaca surat dari medan perang yang kedua jenderalnya sudah lama gugur.
Play Now milik Sony Ericsson adalah layanan download store yang bisa di akses di hampir semua ponsel Sony Ericsson.
Karena sudah disediakan ikon menunya di ponsel.
Di dalam Play Now, Sony Ericsson lebih mengutamakan konten multimedia seperti musik.
Oleh karenanya layanan Play Now menjadi salah satu layanan musik terbesar di dunia.
Play Now juga menawarkan para pengguna untuk menggunakan layanan musik melalui ponsel.
Di dalam Play Now, pengguna dapat mendownload, memainkan dan merekomendasikan pada teman lain untuk mendownload musik dengan jumlah tak terbatas di manapun dan kapanpun mereka berada, langsung melalui jaringan data ponsel.
Dengan menggunakan jaringan akses internet berkecepatan tinggi, sekarang pengguna dapat menikmati secara streaming beberapa konten di Play Now.
Selain melalui ponsel Sony Ericsson pengguna juga dapat menggunakan PC untuk mengakses Play Now ini.
Persaingan ketat ya antara Nokia dengam OVI dan Sony Ericsson PLAY NOW ini.
Mana yang terbaik, hanya pengguna yang dapat menentukan.
Thanks.
📸 Suasana Juli 2010
Saat artikel ini ditulis, OVI sedang berada di puncak kejayaannya: Ovi Store baru setahun umurnya, Ovi Maps gratis navigasi baru saja mengguncang pasar, dan Ovi Music digencarkan ke seluruh dunia. Sony Ericsson membalas dengan PlayNow plus di jajaran HP Walkman dan Cyber-shot. Semua orang yakin perang ini akan berlangsung bertahun-tahun. Tidak ada yang tahu bahwa keduanya hanya punya waktu sekitar satu tahun lagi.
🗄️ ══════ [ AKHIR ARSIP 2010 ] ══════ 🗄️
️ Bagian 1: Ya, Artikel Ini Ditulis Tepat di "Puncak Perang"
Banyak pembaca baru bertanya: "Seberapa panas sih persaingan OVI vs PlayNow di 2010?" Jawabannya: sangat panas, dan artikel ini ditulis tepat di titik didihnya.
Linimasa singkat suasana saat itu:
- Mei 2009: Ovi Store dibuka — Nokia serius masuk bisnis konten digital.
- Januari 2010: Ovi Maps menggratiskan navigasi — tamparan keras untuk peta berbayar.
- Pertengahan 2010 (saat artikel ini ditulis): Sony Ericsson mendorong PlayNow plus (langganan musik) di HP Walkman, sementara Nokia mendorong Ovi Music. Keduanya berebut menjadi "gerbang hiburan" di saku jutaan orang.
- Yang tidak kami tahu saat itu: Ini adalah tahun terakhir keduanya bertarung.
⚰️ Bagian 2: Apa yang Terjadi Setelahnya? (Keduanya Gugur, Dengan Cara Berbeda)
🎵 Nasib PlayNow & Sony Ericsson:
- Oktober 2011: Sony membeli seluruh saham Ericsson. Sony Ericsson bubar dan menjadi Sony Mobile Communications. Merek "Sony Ericsson" hilang dari muka bumi.
- Layanan PlayNow perlahan dilebur ke dalam Sony Entertainment Network (SEN), lalu ekosistemnya makin menyatu dengan dunia PlayStation.
- Hari ini, merek PlayNow sudah tiada. Musik tidak lagi "diunduh dari toko bawaan HP", tapi dialirkan lewat aplikasi streaming.
💚 Nasib OVI & Nokia:
- Mei 2011: Nokia mengumumkan pensiunnya merek OVI — layanan diganti nama menjadi merek "Nokia" biasa (Ovi Store → Nokia Store).
- 2012: Ovi Maps bereinkarnasi menjadi HERE Maps (satu-satunya "anak OVI" yang sukses besar dan masih hidup sampai 2026).
- 2014-2015: Setelah bisnis HP Nokia dijual ke Microsoft, Nokia Store (eks-Ovi Store) ditutup.
🏆 Lalu... Siapa Pemenang Perangnya?
Ini bagian yang paling ironis, Bos. Tidak ada.
Perang OVI vs PlayNow tidak dimenangkan oleh salah satu dari mereka. Keduanya tersapu oleh gelombang yang jauh lebih besar yang tidak mereka perangi:
- Ekosistem smartphone: Apple App Store/iTunes dan Android Market (yang kelak menjadi Google Play pada 2012) mengubah aturan main — toko konten bukan lagi "nilai tambah" HP feature phone, tapi jantung dari smartphone.
- Streaming: Kehadiran Spotify, YouTube, dan layanan streaming lain membuat konsep "toko unduh ringtone & lagu" milik PlayNow dan Ovi Music terasa kuno dalam hitungan tahun.
Dua jenderal itu sibuk saling serang di papan catur, sementara lantai di bawah mereka disapu tsunami.
🧭 Bagian 3: Pelajaran dari Perang yang Salah Musuh
Kalau artikel 2010 saya berakhir dengan kalimat "persaingan ketat antara Nokia dengan OVI dan Sony Ericsson dengan PlayNow", maka update 2026 ini harus menambahkan satu kalimat penutup yang pahit tapi berharga:
Persaingan itu nyata, sengit, dan... tidak relevan. Karena musuh sejati mereka bukan satu sama lain.
Nokia dan Sony Ericsson menghabiskan energi, iklan, dan inovasi untuk saling mengalahkan di pasar feature phone & hiburan unduhan. Padahal di garasi dan kantor lain, Apple dan Google sedang membangun smartphone ecosystem, dan startup kecil bernama Spotify sedang membangun streaming — dua hal yang membuat seluruh model bisnis "toko konten bawaan HP" menjadi usang.
Ini pelajaran yang berlaku jauh melampaui dunia gadget, Bos:
- Bisnis: Jangan terlalu sibuk mengintip kompetitor sebelah, sampai lupa melihat perubahan perilaku pelanggan.
- Karier: Jangan terlalu sibuk bersaing dengan rekan se-meja, sampai lupa bahwa skill yang sedang dibutuhkan dunia sudah berubah.
- Hidup: Jangan terlalu sibuk "berperang" dengan orang yang kita anggap saingan, sampai lupa bahwa tantangan sejati kita adalah versi diri kita kemarin.
Kadang, kekalahan terbesar bukan karena musuhmu lebih kuat. Tapi karena kamu bertaruh di meja yang salah, sementara meja permainan yang sebenarnya sudah pindah ke ruangan lain.
💭 Renungan Penjaga Warung: Lagu yang Berhenti, Melodi yang Tertinggal
Sebagai penjaga warung, saya masih ingat betul suara ringtone Walkman dan nada "Ovi" di HP pelanggan-pelanggan saya dulu. Warung saya pernah menjadi "gallery musik gratis" — anak-anak muda saling memamerkan lagu yang mereka unduh dari PlayNow atau Ovi Music, lengkap dengan keluhan soal kuota GPRS yang tersedot.
Hari ini, PlayNow sudah tiada. OVI sudah pensiun. Sony Ericsson tinggal nama di halaman sejarah. HP Walkman jadi barang koleksi.
Tapi anehnya, Bos... lagu-lagunya tidak mati.
Lagu yang dulu diunduh susah payah lewat PlayNow dengan kuota GPRS yang mahal, hari ini masih diputar orang lewat Spotify. Melodi yang dulu diperdengarkan dengan bangga dari speaker Walkman, hari ini masih mengalun dari earbud TWS di telinga anak-anak muda.
Platform boleh mati. Merek boleh pensiun. Perang boleh usai tanpa pemenang. Tapi musik — dan kenangan yang dibawanya — selalu menemukan jalan untuk terus hidup.
Mungkin itulah sebabnya artikel 3 Juli 2010 ini masih dicari orang di 2026. Bukan karena mereka butuh tahu tarif PlayNow. Tapi karena mereka ingin mendengar lagi gema lagu dari masa muda mereka, dari zaman ketika mengunduh satu lagu saja terasa seperti sebuah peristiwa besar.
Dan untuk kita yang masih berkarya hari ini: jangan terlalu cemas apakah "platform" kita akan bertahan selamanya. Fokuslah pada melodi — pada nilai, manfaat, dan kenangan yang kita tinggalkan. Karena platform akan berganti, tapi melodi yang tulus akan terus dicari orang, bahkan 16 tahun kemudian. 🎵
- Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan mantan karyawan Sony Ericsson maupun Nokia. Kronologi di atas dirangkum dari pengumuman resmi perusahaan dan berita teknologi era 2009-2015, diperbarui hingga September 2026. Matur nuwun!*
Nokia nokia jadul belum punya OVI hikss, makasih sudah berkunjung
BalasHapusMantap info nya sob...ane fans soner
BalasHapushalo sobatku.... met pagi
BalasHapusinfonya selalu bermanfaat
terima kasih sob sukses selalu ya.
sukses selalu sob
BalasHapusthanks atas informasinya kang...
BalasHapussukses sllu...
informasi manfaat kang, thanks
BalasHapuswah, aku pakai nokia gan...
BalasHapusini yg sip, coz aq penggemar SE
BalasHapuspersaingan SE ma nokia dalam musik makin kenceng
BalasHapussyg hape aku nokia nih....
BalasHapusWach maknyus bgt nich Mas Tomo dan sangat berguna bagi saya, karena saya juga punya hp SE tapi play nownya kgk bs gunakan hehehe...:D
BalasHapusLangsung menuju TKP nich Mas Tomo tuk otak atik play nownya,thanks brt infonya...:D
Aku pakai nokia nih sob...
BalasHapusTapi saya pernah coba download. Mahal !!
BalasHapus8 ribuan untuk satu lagunya. Mending downlaod di 4shared.
Ini yang ditunggu tunggu gan ,mantabs sony..
BalasHapusmasih cinta sama si ANU, jadi beLum pindah keLain hati. terima kasih atas sharenya. seLamat berakhir pekan aja yah om.
BalasHapusyang punyanya Nokia aja saya belum make. hehe
BalasHapustapi tetep patut dicoba nih.:)
Met malam sob...met ber malmingguan aja..naice info
BalasHapuskebetulan saya pakai nokia neh,
BalasHapustp sepertinya PlayNow di SonyEricson, itu sama seperti Aplication di Nokia ya...
sepertinya semua berlomba untuk memberikan fitur2 yang dijadikan andalan. salam kenal mas
BalasHapuswaw nunggu sony ereksi e' ericson pak liek keluar dari bengkel dulu baru bisa menikmati layanan ini ...
BalasHapus"turu pasar bantalan kobis"
masing-masing memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing...
BalasHapuscinta nokia dunk
BalasHapus