Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi membuat sistem operasi berbasis Linux yang dijuluki BandrOS atau Bandung Raya Operating System.
Mengutip peneliti komputer di Pusat Penelitian Informatika LIPI, harian Kompas edisi 11 Oktober melaporkan, BandrOS merupakan pengembangan dari sistem operasi desktop yang sudah diciptakan sebelumnya.
Sistem operasi ini sudah diuji coba pada ponsel pintar buatan Cina, dan selanjutnya akan digunakan di ponsel cerdas buatan dalam negeri, seperti PT Inti.
BandrOS dirancang untuk ponsel pintar berkapasitas prosesor hingga 1 GHz, memory 512MB, dan menjalankan dua kartu telepon, serta terkoneksi dalam jaringan GSM, UMTS, bluetooth dan Wi-Fi. Memiliki layar sentuh 3,5 inci dengan resolusi 320 x 480 piksel. Ponsel pintar ini juga dilengkapi kamera dua sisi, 2 MP di belakang dan 0,3 di depan.
Menurut Wawan, jika nanti diproduksi massal, harga BandrOS Rp875.000 per unit.
Kompas melaporkan, kemampuan BandrOS tidak kalah dibanding Android. Aplikasi BandrOS juga akan dikembangkan lebih lanjut.
sumber:
chip.co.id
kompas.com

di tunggu untuk produknya ini, semoga semakin bagus seperti samsung buatan korsel...
BalasHapuswah Berita bagus dan Membanggakan ni Buat Indonesia seharusnya itu Di jual Di toko Online Jasa Pembuatan Web Toko Online, Trik dan Tips Blog
BalasHapusini yang dikatakan negara berkembang, berusaha menciptakan produk dalam negeri di segala aspek termasuk yang sedang trend sekarang yaitu gadget. Maju terus Indonesiaku
BalasHapusmantapp.... orang gaptek kaya gua.. cuma bisa mendo'akan saja.. untuk kemajuan indonesia
BalasHapusudah capek nunggu nya , kapan lah tu handphone bakal keluar ???
BalasHapus