Minggu lalu aku melihat status WA seorang teman yang bikin aku berhenti scroll: isinya bukan huruf Latin, tapi aksara Jawa. ꦲꦏꦸ — "aku". Diketik langsung dari keyboard, bukan screenshot aplikasi converter.
Rasa penasaranku langsung menang. Aku buka Play Store, ketik "aksara Jawa", dan ternyata ada beberapa aplikasi keyboard aksara Jawa dengan puluhan ribu unduhan. Satu langsung kupasang.
Rasanya Ngetik Hanacaraka
Cara kerjanya sederhana: kamu mengetik Latin, aplikasinya mengalihaksarakan otomatis. Pertama kali melihat kata yang kuketik berubah jadi hanacaraka di layar, rasanya aneh — seperti melihat namamu ditulis kaligrafer. Bangga, tapi juga sungkan.
Ada sesuatu yang khidmat saat mengetik ꦲꦏꦸ untuk pertama kalinya. Huruf yang dulu cuma ada di buku tulis pelajaran mulok, sekarang muncul di layar AMOLED.
Ribetnya yang Justru Bikin Seru
Tapi jangan kira mulus. Tantangannya:
- Tidak ada autocorrect yang menolong. Setelah T9 yang tidak ngerti bahasa Jawa di era Nokia (kalau belum baca, mampir ke Nostalgia SMS Bahasa Jawa), kini autocorrect yang tidak ngerti hanacaraka. Teknologi selalu telat mengenal budaya — tapi budaya selalu sabar menunggu.
- Sandhangan dan pasangan adalah bos terakhir. Mengetik kata dengan konsonan beruntun berarti berurusan dengan pasangan, dan satu kesalahan kecil bikin kata berubah makna.
- Tidak semua perangkat tampil sama. Di hp tanpa font pendukung, aksara bisa muncul sebagai kotak-kotak "tofu" □□□. Ironis, tapi nyata.
Dan anehnya, keribetan itu justru menyenangkan. Aku seperti diajak main game yang levelnya dibuat oleh guru bahasa Jawaku dulu.
Kenapa Ini Penting Banget
Satu fakta yang bikinku respek: aksara Jawa resmi masuk Unicode sejak 2009 (versi 5.2). Artinya, hanacaraka punya "KTP digital" — bisa diketik dan ditampilkan di perangkat mana pun di dunia, tanpa font khusus pemiliknya.
Yang kurang selama ini bukan teknologinya, tapi kebiasaannya. Aplikasi keyboard seperti ini menumbuhkan kebiasaan itu. Setiap status WA beraksara Jawa adalah bukti kecil bahwa huruf ini tidak mau pensiun.
Soal sejarah hanacaraka, legenda Aji Saka, plus kamus mini istilah aksara (sandhangan, pasangan, aksara murda), aku sudah tulis versi lengkapnya di blog sebelah: Aksara Jawa ing Era Smartphone: Sejarah, Unicode, lan Pangarep-arep.
Giliranmu: kalau punya keyboard aksara Jawa, kata pertama apa yang akan kamu ketik? Aku? Namaku sendiri — dengan bangga, lalu kuhapus karena pasangannya salah. 😂